Elangmasnews.com, Makassar – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk kembali kepada kesucian hati, tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam menjalankan profesi, termasuk di bidang penegakan hukum. (21/03/2026).

Hal tersebut disampaikan oleh Sugiyono, seorang advokat yang juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan hukum. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Idulfitri harus menjadi refleksi bagi para penegak hukum untuk bekerja dengan integritas, kejujuran, dan hati nurani yang bersih.
“Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momen untuk membersihkan hati dan pikiran. Dalam penegakan hukum, hati yang bersih sangat penting agar keadilan benar-benar ditegakkan tanpa kepentingan pribadi,” ujarnya.

Sugiyono juga mengingatkan bahwa profesi hukum memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, setiap aparat penegak hukum, mulai dari advokat, jaksa, hingga hakim, harus menjunjung tinggi nilai keadilan dan tidak terpengaruh oleh tekanan maupun kepentingan tertentu.
Menurutnya, hukum yang ditegakkan dengan hati yang bersih akan menghasilkan keputusan yang adil dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sebaliknya, jika hukum dijalankan tanpa integritas, maka kepercayaan publik akan semakin menurun.

Di momen Lebaran ini, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling memaafkan serta memperkuat komitmen dalam menciptakan kehidupan yang lebih adil dan harmonis.
“Semoga Idulfitri tahun ini menjadi titik balik bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di bidang masing-masing,” tutupnya.
Baramakassar_











