Ruang Demokrasi PSHT Berdiri Diatas Konstitusi Negara Diantara ‘ Abu – Abunya ‘ Aparat Negara

Ruang Demokrasi PSHT Berdiri Diatas Konstitusi Negara Diantara ‘ Abu – Abunya ‘ Aparat Negara
Spread the love

Ruang Demokrasi PSHT Berdiri Diatas Konstitusi Negara Diantara ‘ Abu – Abunya ‘ Aparat Negara

MadiunElangmasnews.com- Aksi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Alun-Alun Madiun harus dibaca sebagai sinyal politik sipil yang penting bagi negara. Di tengah fragmentasi sosial dan konflik organisasi yang berlarut, aksi ini menegaskan satu hal mendasar: ketika hukum telah memutuskan, negara tidak boleh ragu dalam mengeksekusinya.

Secara politis, aksi tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat sipil tidak pasif menghadapi ketidakpastian. PSHT menggunakan ruang demokrasi untuk menekan negara agar konsisten pada produknya sendiri, yakni Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia yang telah menetapkan kepemimpinan sah organisasi. Tekanan ini sah, konstitusional, dan justru menjadi indikator sehatnya demokrasi.

Dalam konteks kekuasaan, sikap “abu-abu” aparat dan pemangku kebijakan hanya akan melanggengkan konflik dan membuka ruang politisasi di akar rumput. Aksi PSHT menjadi peringatan dini bahwa pembiaran negara berpotensi menciptakan ketidakstabilan sosial yang seharusnya bisa dicegah sejak awal melalui ketegasan administratif dan hukum.

Lebih dari itu, aksi PSHT juga berfungsi sebagai filter politik, memisahkan antara kepentingan hukum dan manuver kelompok yang mencoba bertahan melalui klaim legitimasi tanpa dasar negara. Publik diajak untuk melihat bahwa konflik ini bukan soal massa, melainkan soal siapa yang sah menurut hukum.

Pada akhirnya, aksi ini menempatkan PSHT bukan sebagai objek konflik, melainkan subjek politik sadar hukum. Negara diuji untuk menjawab: berdiri di atas konstitusi atau terus membiarkan kebingungan publik. Di titik inilah aksi tersebut memperoleh maknanya—bukan sebagai tekanan jalanan semata, melainkan sebagai pesan politik yang tak bisa diabaikan.

Reporter
Maspri


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *