Refleksi Kepemimpinan: Menjaga Marwah Hukum di Bumi Jawa Timur Kepada Yang Terhormat, Bapak Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.

Refleksi Kepemimpinan: Menjaga Marwah Hukum di Bumi Jawa Timur Kepada Yang Terhormat, Bapak Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.
Spread the love

Refleksi Kepemimpinan: Menjaga Marwah Hukum di Bumi Jawa Timur Kepada Yang Terhormat, Bapak Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.

Madiun– Elangmasnews.com– Sebagai seorang pemimpin muda dengan latar belakang akademis yang cemerlang dan posisi strategis sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Dardak tentu menjadi panutan dalam tertib administrasi dan penegakan hukum. Namun, situasi terkait kehadiran Bapak pada acara “Parapatan Luhur” kelompok yang tidak memiliki legitimasi hukum sah atas nama PSHT memerlukan refleksi mendalam.

Jawa Timur adalah rumah bagi jutaan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Sebagai pimpinan daerah, setiap langkah, kehadiran, dan ucapan Bapak adalah representasi dari sikap pemerintah terhadap kepatuhan hukum.

Kehadiran Bapak dalam acara yang diselenggarakan oleh kelompok PSHTPM yang secara hukum telah dicabut status badan hukumnya oleh Kementerian Hukum RI menimbulkan keprihatinan mendalam bagi ribuan warga PSHT yang sah secara konstitusi negara.

1. Dampak Legitimasi terhadap Pelanggaran Hukum

Ketika seorang Wakil Gubernur hadir dan membuka acara dari entitas yang tidak lagi memiliki legalitas, hal tersebut secara tidak sengaja memberikan “napas buatan” atau legitimasi moral bagi kelompok ilegal untuk terus beroperasi. Hal ini berpotensi memberikan preseden buruk bagi masyarakat Jawa Timur bahwa aturan hukum dan keputusan kementerian bisa diabaikan melalui pendekatan seremonial.

2. Potensi Disintegrasi Sosial

PSHT bukan sekadar organisasi olahraga, melainkan persaudaraan yang mengakar kuat. Kehadiran Bapak di pihak yang keliru berisiko:

• Memecah Belah Saudara: Menciptakan gesekan di tingkat akar rumput antara warga yang taat hukum dengan kelompok yang tidak berizin.
• Mengganggu Kamtibmas: Perpecahan internal akibat keberpihakan tokoh publik dapat memicu konflik horizontal yang merugikan stabilitas keamanan di Jawa Timur.

Baca Juga  Rangka Jembatan Bailey Tiba di Lokasi, Pemasangan Jembatan Darurat Cicangor Segera Dimulai

3. Esensi “Memayu Hayuning Bawana”

Ajaran luhur PSHT mengajarkan kita untuk menjaga kedamaian dunia. Sebagai pemimpin, tugas Bapak adalah merangkul yang sah dan membimbing yang keliru untuk kembali ke jalur hukum yang benar, bukan justru memperkeruh keadaan dengan memvalidasi perpecahan.

Langkah Bijak ke Depan: Sangatlah ksatria bagi seorang pemimpin untuk meninjau kembali data legalitas dari Kemenkumham terkait PSHT dan memastikan bahwa di masa mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur hanya bersinergi dengan organisasi yang memiliki dasar hukum yang kuat dan diakui negara.

“Kepemimpinan yang paling kuat bukan terletak pada kehadiran fisik di setiap undangan, melainkan pada ketegasan sikap dalam menjunjung tinggi kebenaran hukum di atas segala kepentingan politik atau pertemanan.”

Salam Persaudaraan Produktif

*Muhammad Supriyono*
*Kacab PSHT Lamongan*


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *