Elangmasnews.com, Subang – Jawa Barat – Ratusan hektar tambak di wilayah pesisir Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi disertai air pasang laut (rob). Peristiwa ini menyebabkan aktivitas budidaya tambak lumpuh dan mengancam mata pencaharian para petani.

Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya 500 hektar tambak di kawasan pinggiran laut Desa Jayamukti terendam air. Luapan air terjadi karena tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang diperparah dengan pasang rob, sehingga air meluas dan merendam area tambak secara merata.
Tidak hanya di Desa Jayamukti, banjir juga berdampak luas di wilayah lain di Kecamatan Blanakan. Ribuan hektar tambak dan sawah dilaporkan terendam, menyebabkan kerugian besar bagi para petani tambak dan petani padi. Banyak hasil budidaya ikan dan udang yang terancam gagal panen, bahkan sebagian sudah mengalami kerusakan total.
Para petani tambak mengaku pasrah namun berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Mereka meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan serta mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang, terutama terkait penanganan banjir rob dan sistem drainase di wilayah pesisir.

“Kalau kondisi seperti ini terus berulang, kami bisa bangkrut. Tambak terendam semua, ikan banyak yang mati,” keluh salah seorang petani tambak di Desa Jayamukti.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret, seperti normalisasi saluran air, penguatan tanggul pesisir, serta bantuan bagi petani terdampak. Mereka juga meminta agar wilayah pesisir Blanakan mendapat perhatian khusus mengingat banjir rob dan curah hujan tinggi kerap terjadi setiap tahun.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih menutup sebagian besar area tambak dan sawah di Kecamatan Blanakan, sementara warga dan petani hanya bisa menunggu air surut sembari berharap ada solusi nyata dari pihak terkait.
Tim/Red






