PETI Sudah Ditutup, Hulawa Masih Banjir! Ada Masalah pada AMDAL?

PETI Sudah Ditutup, Hulawa Masih Banjir! Ada Masalah pada AMDAL?
Spread the love

Elangmasnews.com, Hulawa, Pohuwato — Penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Hulawa, Kabupaten Pohuwato, sebelumnya diharapkan mampu mengurangi dampak kerusakan lingkungan dan mencegah bencana banjir. Selasa, ( 13/06/2026 ).

Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Pasalnya, banjir kembali melanda wilayah Desa Hulawa meski aktivitas PETI telah ditutup.

Banjir yang terjadi merendam permukiman warga,kantor Desa,serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai penyebab banjir yang dinilai belum ditangani secara menyeluruh.

Masyarakat menilai, jika PETI sudah tidak lagi beroperasi namun banjir masih terus berulang, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap faktor lain yang berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan.

Salah satu yang disorot adalah aktivitas pertambangan korporasi yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, khususnya terkait kepatuhan terhadap izin lingkungan atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

AMDAL sejatinya merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap kegiatan pertambangan memperhatikan daya dukung lingkungan, pengelolaan daerah aliran sungai, serta upaya pencegahan bencana.

Namun publik mempertanyakan apakah dokumen AMDAL yang dimiliki perusahaan benar-benar dijalankan secara konsisten di lapangan dan diawasi secara ketat oleh pihak berwenang.

Di sisi lain, penertiban PETI dinilai belum diimbangi dengan langkah transparan terhadap evaluasi menyuluruh terkait izin AMDAL Korporasi.

Publik berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta wakil rakyat, dan aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada tambang ilegal, tetapi juga berani membuka dan mengaudit izin AMDAL korporasi secara terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana audit AMDAL terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di bumi panua.

Publik pun mendesak adanya langkah konkret agar persoalan banjir tidak terus berulang dan masyarakat tidak terus menjadi korban dampak kerusakan lingkungan.

Baca Juga  IWO Indonesia DPD Karawang Bagikan Ratusan Paket Takjil Gratis Di Jalan Bundaran Kodim

ARLAN R AFIP


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *