Surabaya,ElangMasNews.Com, Ribuan elemen masyarakat menghadiri acara Tasyakuran Hari Pahlawan yang digelar oleh Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia di Balai Pemuda Surabaya, Senin (10/11/2025). Antusiasme tampak tinggi, bahkan sebelum Sang Pemrakarsa tiba, seluruh kursi undangan sudah terisi penuh. Peserta yang tidak kebagian tempat duduk pun rela lesehan di luar area utama demi mengikuti jalannya acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh organisasi yang tergabung dalam PCTA Indonesia, menunjukkan semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam memperingati Hari Pahlawan. Sebelumnya, pada 9 November 2025, PCTA Indonesia juga melaksanakan kegiatan Tabur Bunga di Taman Makam Bung Tomo, Surabaya, yang dikoordinir oleh Cahyo Sudarsono dan dihadiri oleh perwakilan DPC PCTA Indonesia Kota Surabaya.
Sebagian peserta kemudian bergerak menuju Hotel Grand Inna untuk menyambut kedatangan Sang Pemrakarsa, sementara yang lain menghadiri Gebyar Bazar dan Konser Bangga Merdeka di Grand City. Acara konser tersebut turut dihadiri oleh Jenderal Langgeng Purnomo bersama jajaran staf Polri, anggota PCTA Indonesia, dan warga Surabaya.
Puncak acara Tasyakuran Hari Pahlawan 10 November 2025 di Balai Pemuda menjadi momentum refleksi perjuangan bangsa. PCTA Indonesia setiap tahun menggelar kegiatan ini untuk mengenang pertempuran heroik 10 November 1945 di Surabaya, di mana para pahlawan gugur mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam sambutannya, Sang Pemrakarsa menyampaikan pesan penting bahwa Indonesia harus mampu menjadi jembatan emas perdamaian dunia.
> “Secara internal, bangsa Indonesia harus menjadi penghubung bagi berbagai suku dan lintas agama. Secara eksternal, Indonesia diharapkan mampu menjadi penghubung bagi negara-negara internasional,” dawuhnya di hadapan para tamu undangan.
Sementara itu, Ismu Syamsudin, Sekjen DPP PCTA Indonesia, menegaskan bahwa Tasyakuran Hari Pahlawan ini bertujuan mengajak seluruh masyarakat mengamalkan nilai-nilai kebangsaan yang menyatukan NKRI.
> “Di era milenial seperti sekarang, semangat perjuangan harus dibangkitkan kembali melalui kegiatan positif seperti konser Bangga Merdeka. Generasi muda harus kembali ke jati diri bangsa agar Indonesia tidak hanya tinggal nama atau bentuk,” ungkapnya.

Selain tasyakuran dan konser kebangsaan, PCTA Indonesia juga menggelar Dialog Kebangsaan Indonesia yang menghadirkan narasumber nasional seperti Prof. Anhar Gonggong, Prof. Teddy, dan Ir. Edi Setiawan, bersama mahasiswa serta masyarakat Jawa Timur.
Melalui berbagai kegiatan ini, PCTA Indonesia menunjukkan komitmennya sebagai organisasi yang mampu menyatukan berbagai ragam budaya, agama, dan suku di Indonesia. Ke depan, PCTA Indonesia berharap dapat berperan lebih besar sebagai jembatan penghubung menuju Imam Perdamaian Dunia.
(ElangMasNews / 2025)
*( EMN. TIMRED)*











