Elangmasnews.com,Baturaja OKU Sumatera Selatan –
Operasi penertiban dan penjagaan di Pasar Atas, Baturaja Timur, memasuki malam kedua pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan kolaboratif ini melibatkan Perumda Pasar dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), didukung Satpol PP, untuk menegakkan ketertiban dan mengatasi permasalahan yang kerap muncul di kawasan pasar pada malam hari. Kehadiran pimpinan langsung dari kedua instansi menandakan keseriusan program ini.
Operasi terkonsentrasi di Pasar Atas yang terletak di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan. Aksi dimulai tepat pada pukul 21.00 WIB dan direncanakan berlangsung hingga pagi hari. Pendekatan operasi malam ini diambil berdasarkan evaluasi bahwa masalah ketidaktertiban seringkali muncul atau berpotensi terjadi setelah aktivitas pasar normal usai.
Kolaborasi ini dipimpin langsung oleh pucuk pimpinan dari masing-masing instansi. Dari Perumda Pasar hadir Direktur Radius Susanto, sementara dari Dinas Perhubungan diwakili oleh Kadishub Agus Salim, S.Sos., M.M. Kehadiran mereka di lapangan bertujuan untuk memantau secara langsung pelaksanaan operasi serta memberi motivasi dan arahan teknis kepada personel.
Kekuatan personel yang diterjunkan cukup signifikan. Perumda Pasar mengerahkan 30 personil, sementara Dishub Kabupaten OKU menyumbang 15 personil. Gabungan kekuatan ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan efek kehadiran negara yang kuat dan memberikan efek jera bagi pelanggar aturan.
Mekanisme penjagaan dirancang dengan sistem shift yang berbeda. Personel dari Dishub dan Satpol PP menjalankan tugasnya sesuai jadwal yang ditetapkan, yaitu dari pukul 21.00 WIB hingga 07.00 WIB keesokan paginya. Sementara itu, personel Perumda Pasar melakukan penjagaan secara non-stop atau tanpa batas waktu, dengan cara bergantian, untuk memastikan pengawasan berlangsung terus-menerus.
Operasi ini juga mendapatkan perhatian dari aspek publikasi. Sebanyak 6 orang dari tim publikasi atau media turut hadir mendokumentasikan setiap proses kegiatan. Kehadiran mereka penting untuk transparansi, memberikan informasi langsung kepada publik, serta sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga ketertiban di area pasar.
Penertiban ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menata kembali ketertiban, keamanan, dan kebersihan di Pasar Atas. Masalah seperti pedagang liar di luar jam operasi, parkir tidak tertib, atau aktivitas yang mengganggu ketenangan warga sekitar menjadi fokus utama. Kolaborasi lintas instansi dinilai sebagai formula paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan yang multi-dimensional ini.
Operasi malam kedua ini menjadi penanda bahwa penertiban dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bersifat seremonial belaka. Komitmen untuk menjaga Pasar Atas agar berfungsi secara optimal, tertib, dan aman bagi semua pihak terus diupayakan. Kedepan, pola kolaborasi seperti ini diharapkan dapat menjadi model penanganan ketertiban di titik-titik rawan lainnya di wilayah Kabupaten OKU.
Pewarta:(M.TOHIR).
*EMN.TIM*







