Karawang — elangmasnews.com,- Jajaran AKPERSI Karawang bersama Relawan TREK (Team Relawan Emergency Karawang) melakukan penelusuran langsung terkait informasi yang beredar mengenai kondisi seorang lansia bernama Nenek Nentih di wilayah RT 05 RW 12 Pasir Jengkol, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat.
Langkah ini dilakukan menyusul maraknya kabar di media sosial yang menyebutkan adanya kondisi memprihatinkan yang dialami oleh Nenek Nentih, sehingga menimbulkan perhatian luas dari masyarakat.
Tim gabungan kemudian turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi faktual. Penelusuran dilakukan dengan mendatangi lingkungan sekitar, berkoordinasi dengan pengurus RT/RW, serta berkomunikasi dengan pihak Puskesos setempat.
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, tim tidak menemukan adanya kondisi seperti yang diberitakan sebelumnya. Informasi yang beredar dipastikan tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Dari hasil konfirmasi kepada pihak keluarga, diketahui bahwa keluarga memilih untuk merawat Nenek Nentih di rumah dan tidak memberikan izin untuk dirujuk ke rumah sakit.
Pendamping kesehatan Puskesos Kelurahan Tanjungpura, Opan Sopandi, bersama sejumlah warga setempat juga menyampaikan bahwa kabar yang beredar tidak benar dan telah menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan bahwa selama ini aparat lingkungan dan warga secara aktif membantu serta mendampingi kebutuhan kesehatan yang bersangkutan, termasuk akses ke puskesmas dan RSUD Karawang.
Sekretaris Daerah AKPERSI Karawang, Gumilar, menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarluaskan informasi, khususnya yang berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat. Ia mengingatkan bahwa penyampaian berita harus mengacu pada prinsip dan kode etik jurnalistik.
Sementara itu, Ketua Relawan TREK, Cici Ester Tan, turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sempat menawarkan bantuan untuk perawatan di rumah sakit, namun tidak mendapatkan persetujuan dari keluarga.
Ketua RW 12, Didi Sudiat, yang didampingi Ketua RT 05, Wagimin, menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai kondisi Nenek Nentih merupakan hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi serta mengedepankan verifikasi sebelum menyebarkannya kembali.(Red)












