Keamanan di Siantar Merosot, Warga Mendesak Polisi Tumpas Habis Aksi Begal Berkedok Debt Collector

Keamanan di Siantar Merosot, Warga Mendesak Polisi Tumpas Habis Aksi Begal Berkedok Debt Collector
Spread the love

PEMATANGSIANTAR, Elangmasnews.com, – Meningkatnya aksi kekerasan dan praktik perampasan kendaraan oleh oknum debt collector kembali memicu keresahan publik. Desakan masyarakat agar tindakan ilegal itu ditumpas habis semakin menguat setelah Komunitas Barisan Rakyat Hancurkan Tindakan Ilegal (BARA HATI) menggelar aksi demonstrasi di PT Mitra Panca Nusantara, Kelurahan Sumber Jaya, Kota Pematangsiantar.

Puluhan massa aksi membawa poster dan spanduk berisi tuntutan penegakan hukum terhadap oknum debt collector yang diduga melakukan intimidasi, penganiayaan, hingga perampasan kendaraan. Mereka menilai aksi-aksi tersebut telah mengganggu rasa aman warga dan tidak boleh lagi dibiarkan.

Dalam orasinya, demonstran menegaskan bahwa praktik penagihan dengan kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum debt collector telah melewati batas. Warga menilai kondisi keamanan kota semakin menurun drastis akibat maraknya tindakan yang dianggap melanggar hukum dan merugikan konsumen.

BARA HATI juga menyampaikan desakan kepada Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur T.M Sitinjak, agar segera mengevaluasi kinerja jajaran reserse, khususnya Kasat Reskrim Iptu Sandi Riz Akbar dan Kanit Jatanras. Massa menilai kedua pejabat tersebut belum mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Namun, mereka menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan bagian dari aspirasi, bukan penilaian hukum.

Ketua BARA HATI menyebut masyarakat membutuhkan tindakan tegas dan nyata dari aparat penegak hukum. Ia khawatir, apabila aksi begal berkedok debt collector ini tidak segera diberantas, eskalasi ketakutan publik akan terus meningkat dan menurunkan kualitas keamanan kota.

Sejumlah warga yang hadir dalam aksi tersebut juga mengaku telah sering melihat atau mengalami langsung tindakan kasar oknum debt collector, seperti penghadangan dan pengambilan kendaraan secara paksa. Mereka mengatakan semakin takut melintas di beberapa area tertentu karena maraknya kejadian yang meresahkan tersebut.

Baca Juga  Polsek Sukodadi Amankan Jalur Wisuda UNISDA, Pengendara Diminta Kurangi Kecepatan dan Patuhi Arahan Petugas

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Meski damai, suara warga terdengar tegas menolak segala bentuk kekerasan atas nama profesi debt collector. Mereka berkomitmen terus menyuarakan tuntutan ini hingga aparat menjalankan langkah konkret menindak pelaku-pelaku ilegal di lapangan.

Masyarakat berharap aksi ini menjadi peringatan bagi perusahaan pembiayaan maupun aparat penegak hukum bahwa keamanan publik tidak dapat dinegosiasikan. Tuntutan untuk menumpas habis begal berkedok debt collector merupakan jeritan panjang warga yang ingin kembali hidup aman, tenang, dan bebas dari intimidasi di kota mereka sendiri.

Pewarta:TimRed.
EMN.Tim.


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *