Elangmasnews.com, Subang – Kondisi Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Muara dan Desa Tanjungtiga, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, kini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan para pengguna. Penopang sling jembatan serta beban konstruksi diketahui telah mengalami abrasi cukup parah akibat terjangan air dan faktor usia bangunan.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga sekitar yang setiap hari melintasi jembatan tersebut untuk beraktivitas. Retakan dan penurunan kekuatan struktur terlihat semakin jelas, sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat menimbulkan kecelakaan fatal.
Atas desakan warga serta dukungan dari Pemerintah Desa setempat, jembatan penghubung vital itu akhirnya terpaksa ditutup sementara demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Desa Tanjungtiga M. Syukur, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat agar segera mendapat penanganan serius.
“Kami berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil tindakan. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan roda dua. Ini merupakan akses utama warga dan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Penutupan jembatan ini membuat aktivitas warga menjadi terganggu, karena mereka harus memutar melalui jalur lain yang jaraknya jauh dan memakan waktu lebih lama.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan atau pembangunan ulang jembatan tersebut demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat Desa Muara dan Desa Tanjungtiga.
Red







