Hari Pers Nasional: Mengenang Ki Hajar Hardjo Oetomo, Pejuang yang Membakar Semangat Rakyat Lewat Tulisan

Hari Pers Nasional: Mengenang Ki Hajar Hardjo Oetomo, Pejuang yang Membakar Semangat Rakyat Lewat Tulisan
Spread the love

Hari Pers Nasional: Mengenang Ki Hajar Hardjo Oetomo, Pejuang yang Membakar Semangat Rakyat Lewat Tulisan

Lamongan- Elangmasnews.com- Di masa penjajahan, pena bisa menjadi senjata yang lebih tajam daripada pedang. Inilah yang dibuktikan Ki Hajar Hardjo Oetomo, perintis Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), yang menggunakan tulisan sebagai alat perjuangan untuk membangkitkan kesadaran dan semangat juang rakyat pribumi.

Pada 1932, Ki Hajar Hardjo Oetomo menerbitkan tabloid Keinsafan Rakjat.

Di dalamnya,beliau menyuarakan kritik keras terhadap praktik penjajahan Belanda yang tidak hanya menindas secara fisik, tetapi juga menurunkan mental pribumi dengan menanamkan rasa rendah diri.

Tabloid ini menjadi sarana penyebaran pemikiran kritis, sekaligus membangun semangat kemerdekaan dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang terpecah oleh politik adu domba penjajah.

Lebih dari sekadar kritik sosial, Keinsafan Rakjat mengajak pembaca untuk mengenal diri dan menggali potensi “Ilahiah” yang dimiliki setiap manusia.

Ki Hajar Hardjo Oetomo menekankan bahwa kesadaran diri dan keberanian memanfaatkan potensi yang dimiliki adalah kunci kemandirian dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Melalui tulisannya,beliau menanamkan semangat agar setiap individu sadar akan kemampuan diri dan tanggung jawabnya terhadap masa depan bangsa.

Pesan moral dalam tabloid ini sejalan dengan ajaran Setia Hati Terate, “Membuktikan diri sebagai bangsa yang merdeka.” Meski ditulis hampir satu abad lalu, nilai-nilai yang terkandung tetap relevan bagi generasi muda.

Keinsafan Rakjat mengajarkan berpikir kritis, memperkuat jati diri, dan menjaga persatuan agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh provokasi atau konflik sosial.

Karya Ki Hajar Hardjo Oetomo membuktikan bahwa perjuangan tidak selalu harus melalui senjata.

Kata-kata dan pena pun bisa menjadi alat ampuh untuk membangkitkan kesadaran, menyalakan semangat kemerdekaan, dan menyatukan rakyat demi kebebasan dan keadilan.

Baca Juga  Pemerintah Alokasikan 1.000 Kuota Rumah Subsidi Untuk Wartawan

Di Hari Pers Nasional ini, mengenang Ki Hajar Hardjo Oetomo bukan hanya soal sejarah, tetapi juga pengingat akan kekuatan tulisan dalam membentuk kesadaran, menginspirasi, dan memperjuangkan nilai-nilai kebebasan.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026, Pers Sehat,Ekonomi Berdaulat,Bangsa Kuat.

*(M Supriyono)*


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *