Forwatu Banten Gagas Kongres Rakyat Nasional, Isu Restorasi hingga Stop Program MBG Menguat

Forwatu Banten Gagas Kongres Rakyat Nasional, Isu Restorasi hingga Stop Program MBG Menguat
Spread the love

Elangmasnews.com | Lebak, Banten — Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) mematangkan rencana besar bertajuk Kongres Rakyat Nasional (KRN) yang awalnya dirancang untuk lingkup wilayah Banten, kini berkembang menjadi agenda berskala nasional, Selasa (24/03/2026).

Dalam pertemuan internal pengurus, Forwatu Banten menegaskan kesiapan untuk menggelar kongres sebagai wadah terbuka bagi masyarakat dalam menyampaikan kritik, gagasan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG yang belakangan menuai sorotan di berbagai daerah.

Presidium Forwatu Banten, Arwan, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kongres ini dirancang sebagai forum besar yang inklusif dan partisipatif.

“Kongres adalah pertemuan formal yang dihadiri berbagai unsur, mulai dari organisasi, profesi, hingga perwakilan masyarakat.
Dalam forum ini, semua pihak—baik yang mendukung maupun yang menolak—dipersilakan menyampaikan gagasan. Seluruh aspirasi akan dirumuskan menjadi Rekomendasi Rakyat Nasional (RRN), baik untuk perbaikan maupun kemungkinan rekomendasi penghentian program MBG,” jelas Arwan, S.Pd., M.Si., selaku inisiator KRN.

Ia menambahkan, wacana restorasi program MBG menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas dalam kongres tersebut. Restorasi dimaknai sebagai upaya mengembalikan program kepada nilai dan tujuan awalnya.

“Restorasi yang kami maksud adalah pengembalian visi program agar kembali fokus pada substansi, seperti peningkatan gizi anak dan penurunan stunting. Saat ini, ada indikasi program bergeser menjadi sekadar proyek, tanpa optimalisasi pelibatan UMKM daerah serta munculnya dugaan keuntungan tidak wajar di tingkat mitra,” tegasnya.

Kongres Rakyat Nasional direncanakan akan digelar pada bulan Mei 2026, bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Pemilihan waktu tersebut dinilai strategis sebagai simbol kebangkitan partisipasi rakyat dalam mengawal kebijakan publik.

“Kami tengah melakukan konsolidasi lintas daerah. Sejumlah wilayah sudah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam KRN. Ini akan menjadi gerakan kolektif berskala nasional,” lanjut Arwan, S.Pd., M.Si.

Baca Juga  Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke 80 Tahun, Pemdes Tanjungtiga Gelar Pawai Alegoris Yang di Ikuti Ribuan Warga.

Forwatu Banten menilai, KRN merupakan respons atas berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat yang selama ini tersebar di media sosial namun belum terakomodasi secara sistematis.

“KRN adalah jawaban dari suara rakyat yang selama ini tercecer di ruang digital. Hasil rekomendasi dari kongres ini akan kami bawa langsung kepada Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi kebijakan,” pungkasnya.

Dengan konsep terbuka dan partisipatif, KRN diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta perbaikan kebijakan publik yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Achmad


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *