Palembang,ElangmasNews.Com, Forum Komunikasi Kerukunan Antar Suku (FK2AS) mendesak DPRD Sumatera Selatan, Kepolisian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya seorang siswa magang asal Padang bernama Fadlan. Korban ditemukan tidak bernyawa di rumah kosnya pada Jumat, 14 November 2025, sekitar pukul 18.00 WIB. Fadlan tercatat sedang menjalani program magang di bidang IT pada Bank Sumsel Babel (BSB).
Sekretaris Jenderal FK2AS, Ahmad Sazali, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi terkait dugaan tekanan pekerjaan berlebihan yang dialami korban selama menjalani magang. Ia menyebut adanya laporan yang menyatakan bahwa Fadlan kerap diminta bekerja lembur dalam waktu yang cukup ekstrem.
Menurut Sazali, Fadlan bahkan pernah diminta bekerja hingga pukul 02.00 dini hari. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip dasar program magang yang seharusnya memberikan pengalaman belajar, bukan memaksakan beban kerja layaknya tenaga profesional.
Sazali menyayangkan praktik yang diduga terjadi dan menilai hal tersebut sebagai bentuk eksploitasi. “Negara sudah merdeka, tapi masih ada peserta magang diperlakukan sebagai tenaga kerja murah. Ini tidak boleh terjadi dan harus dihentikan,” tegasnya.
FK2AS mendesak Ketua DPRD Sumsel untuk segera memanggil Direksi BSB guna menjelaskan secara resmi kronologi dan pelaksanaan program magang yang melibatkan korban. FK2AS menilai klarifikasi terbuka diperlukan untuk menjaga akuntabilitas lembaga.
Selain DPRD Sumsel, FK2AS juga meminta kepolisian turun tangan menyelidiki penyebab kematian Fadlan secara komprehensif. Menurut Sazali, aparat perlu memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tekanan kerja yang berkontribusi pada kejadian tersebut.
Tidak hanya kepolisian, OJK juga diminta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program magang di lingkungan perbankan. FK2AS menilai penting bagi OJK memastikan setiap bank menerapkan standar yang melindungi peserta magang dari praktik kerja yang tidak sesuai aturan.
FK2AS berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan sistem magang di Indonesia. Sazali menegaskan bahwa Fadlan merupakan generasi muda yang sedang menuntut ilmu dan layak mendapatkan perlindungan. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Pewarta:(M.TOHIR).
SumberBerita:By.
*EMN*.











