Elangmasnews.com, Pandeglang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo dan sudah beliau pamerkan di acara pertemuan Internasional dalam kegiatan WEF bersama beberapa Negara.

Begitupun Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang terus memastikan bahwasanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan tepat sasaran serta tepat jumlah.
Sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang Asep Rahmat yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas (Wakasatgas) di MBG pada saat memimpin rapat evaluasi bersama pengelola dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar di Ofroom Setda Selasa kemarin.
Asep menegaskan evaluasi dilakukan bukan untuk mencari kesalahan melainkan memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai standar dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan penerima manfaat.
“Program MBG ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak. Kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan harus menjadi perhatian utama kita bersama,” ujar Asep.
Namun hal ini tak digubris oleh SPPG Umu Hajah Ratu Mardiyah Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, Pasalnya dari anggaran bahan baku makanan yang diberikan Pemerintah senilai 10.000 tidak ditunaikan secara utuh
Saat dikonfirmasi awak media (F) selaku penerima manfaat dari yayasan SPPG Umu Hajah Ratu Mardiyah Menes membenarkan terkait menu bahan makanan hari ini yang diduga porsi menu makanan dikurangi oleh SPPG yang memberikan manfaat.
“Benar pak hari ini sekolah kami mendapatkan program tersebut, namun hanya ini yang siswa kami terima jika dihitung ini tidak sesuai anggarannya dengan apa yang diberikan Pemerintah, kami akan adukan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang selaku Satuan Tugas (Satgas) MBG”. Ucap F kepada awak media. Rabu, 25/02/2026
Saat di konfirmasi via telepon seluler berbasis WhatsApp, Muhayat selaku Ketua SPPG dari yayasan Umu Hajah Ratu Mardiyah Menes belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.
KPM berharap kepada pihak-pihak yang menyelenggarakan program unggulan Presiden Prabowo agar tidak main-main dengan kualitas dan porsi yang diatur oleh Pemerintah ataupun Badan Gizi Nasional (BGN)
Tim







