Dewan Penasehat Spiritual DPP LSM ELANG MAS Jacob Ereste : Pencitraan Palsu Yang Memperdaya Dengan Berbagai Gelar Serta Aktivitas Murahan

Dewan Penasehat Spiritual DPP LSM ELANG MAS Jacob Ereste : Pencitraan Palsu Yang Memperdaya Dengan Berbagai Gelar Serta Aktivitas Murahan
Spread the love

Elangmasnews.com, Banten – Sabtu 28 Maret 2026. Pencitraan diri yang berlebih bisa dilakukan dengan melanggar etika. Sehingga pencitraan tidak ditampilkan dengan sikap rendah hati untuk sekedar mempertegas kepribadian dan karakter diri yang sesungguhnya. Karena itu, dalam pencitraan diri acap muncul tipu daya untuk menampilkan yang tidak otentik. Palsu ! Cenderung melakukan tipu daya terhadap realitas yang sesungguhnya. Begitulah manipulasi dalam pencitraan diri yang semata bertujuan untuk mempengaruhi pandangan dan sikap orang lain dengan cara yang tidak etis.

Etis itu sendiri dibangun dari tatanan budaya dan tradisi yang dijalani sehari-hari. Sehingga pengaruh keluarga, lingkungan, pendidikan, tata pergaulan dalam masyarakat serta dari pilihan bentuk pekerjaan atau profesi, akan sangat menentukan tampilan pencitraan yang otentik atau palsu.

Pencitraan yang otentik itu biasanya muncul dengan sendiri tanpa rekayasa dan perencanaan untuk memperoleh perhatian agar dapat dianggap lebih wah dibanding orang lain. Atau, sekedar untuk menampilkan spesifikasi dari pencitraan yang unik. Sedangkan pencitraan yang palsu semata-mata untuk memiliki popularitas yang wah — jauh melampaui realitas yang sesungguhnya — persis seperti kegandrungan dari hasrat untuk menempelkan beragam gelar di depan atau di belakang nama berikut sejumlah julukan yang dianggap bergengsi dari bilik akademis, politis, sosial dan budaya serta keagamaan yang sesungguhnya kosong. Maka itu gelar palsu, ijazah palsu menjadi marak menjadi topik pembicaraan yang gaduh dan berkepanjangan.

Dalam berbagai aksi dan sosial hingga upacara ritual keagamaan pun, pencitraan menjadi lahan jarahan yang cukup luas dan dominan dilakukan. Mulai dari kegiatan ibadah yang dilakukan — meski sesungguhnya aktivitas tersebut adalah sesungguhnya privat besifatnya — kesan dari pelaksanannya semacam fashion show — sangat kental dan norak.

Baca Juga  Polda Sumut Bakar Barak Narkoba, Loket Transaksi Dibongkar

Pencitraan yang berlebih berbaur dengan ambisi yang penuh birani, memang cenderung akan menimbulkan masalah. Apalagi abai terhadap etika yang sangat ketat terjaga oleh warga masyarakat setempat. Meski begitu, toh gaung dari pencitraan yang dilakukan dengan buruk itu akan terdengar jauh melampaui perkiraan yang dapat dipahami oleh akal sehat. Bahkan, mampu melampaui ingatan dalam kurun waktu yang panjang hingga beberapa tahun kemudian.

Tipu daya dalam pencitraan yang berlebih dan palsu dapat dipastikan kelak akan terkuak juga. Karena itu banyak monumen yang hendak dibangun hanya karena ambisi menjadi mangkrak. Akibat perencanaan yang dilakukan berada di luar nelar akan yang sehat. Jadi tipu daya dalam pencitraan yang berlebih pun dapat dicermati dalam melakukan ibadah — yang cenderung pamer — buhan untuk membangun keteguhan hati dan jiwa sebagai pribadi yang utuh dan kuat. Termasuk dalam aksi dan kegiatan sosial yang berharap memperoleh ponten terbaik, sementara yang sesungguhnya hanya tipu daya untuk pencitraan belaka.

Oleh karena itu, karakter yang dibangun oleh etika dan moral penting dan perlu untuk senantiasa dijaga dalam figura akhlak mulia manusia yang indah, sebagai bagian dari fitrah pemberian Tuhan, seperti gelar khalifatullah manusia sebagai pengemban amanah ilahiyah di bumi.

Tim/Red


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *