Ogan Ilir, ElangMasNews.COm, Masyarakat Desa Tanjung Laut, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kini hidup dalam ketakutan akibat maraknya aksi pencurian yang terjadi hampir setiap malam. Berbagai barang berharga milik warga, seperti hewan ternak, peralatan pandai besi, hingga fasilitas sekolah dasar, menjadi sasaran para pelaku yang memanfaatkan lemahnya pengawasan lingkungan.
Diduga kuat, maraknya pencurian ini dipicu oleh kecanduan judi online yang menggerus kondisi ekonomi sebagian warga. Para pelaku nekat melakukan tindakan kriminal demi memenuhi kebutuhan hidup dan tuntutan permainan daring tersebut, seakan menjadikan pencurian sebagai pekerjaan alternatif.
Situasi semakin diperparah oleh budaya kekeluargaan dan rasa sungkan yang masih kental di tengah masyarakat. Banyak warga memilih diam dan enggan melapor kepada pihak kepolisian karena takut memperburuk hubungan antarkeluarga di desa yang berpenduduk kurang dari 2.000 jiwa tersebut.
Warga yang ditemui wartawan mengaku semakin resah dengan kondisi keamanan desa. Seorang ibu rumah tangga menyampaikan bahwa mereka sulit tidur nyenyak akibat takut rumah dibobol maling. Sementara itu, seorang petani mengungkapkan bahwa upaya ronda malam telah dilakukan, namun tetap saja masih terjadi aksi pencurian karena luasnya wilayah dan terbatasnya personel ronda.
Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa warga sangat berharap pihak kepolisian lebih proaktif menangani masalah ini. Menurutnya, aparat tidak seharusnya menunggu laporan resmi, tetapi turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Aksi pencurian yang terus berulang tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga merusak harmonisasi sosial di Desa Tanjung Laut. Timbul rasa saling curiga antartetangga, bahkan keluarga pelaku kerap tidak menerima tuduhan warga, sehingga menimbulkan ketegangan baru di tengah masyarakat.
Kondisi ekonomi masyarakat yang kian sulit membuat situasi semakin sensitif. Warga tidak hanya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dihadapkan pada keresahan emosional akibat ancaman pencurian yang terus menghantui. Jika tidak segera ditangani, hal ini dikhawatirkan berdampak buruk bagi perkembangan generasi muda dan membuka peluang meningkatnya tindak kriminalitas lainnya.
Masyarakat Desa Tanjung Laut berharap Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolres Ogan Ilir turun tangan secara serius untuk menyelesaikan masalah ini. Warga meminta langkah tegas, terukur, dan masif agar rasa aman dapat kembali dirasakan oleh seluruh masyarakat serta mencegah kriminalitas yang lebih besar di masa mendatang.
Sumber Keluhan Masyarakat
Penulis: Budi Rizkiyanto
EMN.Tim.











