ElangmasNews.com, Pandeglang — Cendekiawan Kampung sukses menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Theory of Change and Design Thinking for Expert Associate of Cendekiawan Kampung pada 15 November 2025.
Pelatihan intensif ini digelar di Laboratorium Inisiatif Pemuda (LIP) Kabupaten Pandeglang, menghadirkan para mentor terpilih yang akan menjadi garda depan dalam pengembangan berbagai inisiatif anak muda di tingkat kampung.
Kegiatan ini dipandu oleh Taofik Rifai, M.P.Par, seorang ahli learning & experience design yang telah berpengalaman dalam merancang kurikulum dan metode pelatihan berbasis pengalaman.
TOT ini juga mendapat dukungan dari BMW Umroh & Hajj, Ethernal Patisserie, serta jajaran pimpinan Cendekiawan Kampung Indonesia di bawah kepemimpinan CEO Atih Ardiansyah, M.I.Kom.
Dalam sesi pelatihan, Taofik Rifai menekankan pentingnya memadukan Theory of Change dan Design Thinking sebagai pendekatan strategis yang mampu membantu mentor memahami alur perubahan, merancang solusi, serta mendorong inovasi yang berdampak.
Atih Ardiansyah menyampaikan bahwa kedua instrumen tersebut kini menjadi fondasi penting dalam proses pendampingan.
“Theory of Change dan Design Thinking adalah instrumen yang tepat bagi mentor dalam meningkatkan dampak dari inovasi anak-anak muda. Ini merupakan upaya strategis kami dalam memperkuat sistem pendampingan bagi inisiatif anak-anak muda di bidang pertanian, craft, bisnis kreatif, lingkungan, dan teknologi tepat guna”, ujarnya.
Lanjut Atih menyampaikan bahwa pelatihan bertujuan agar para mentor mampu mengoptimalkan potensi anak muda.
“Pelatihan ini bertujuan agar para mentor mampu mengoptimalkan dukungan dan pengembangan potensi anak-anak muda secara berkelanjutan.” tuturnya.
Statment TB. Asep Rafiudin Arief, M. Ikom selaku Anggota DPRD Pandeglang sekaligus Pembina Cendekiawan Kampung mengapresiasi kegiatan TOT ini.
“Saya sangat mengapresiasi atas kegiatan yg telah dilaksanakan oleh Cendekiawan Kampung berupa TOT bagi para mentor mentor muda CK.
Harapannya dengan TOT ini para mentor dapat meningkatkan wawasan dan kapasitas serta mampu mengaplikasikannya dalam membangun sumber daya manusia yg ada di kabupaten Pandeglang khususnya”, ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Cendekiawan Kampung berharap lahir para mentor yang adaptif, inovatif, dan memiliki kapasitas kuat dalam memfasilitasi keberlanjutan program kewirausahaan dan sosial yang digagas oleh para pemuda desa.
TOT ini juga menjadi langkah awal menuju ekosistem pendampingan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
Dengan dukungan berbagai pihak serta peningkatan kapasitas mentor, Cendekiawan Kampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang tumbuh bagi pemuda, sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di tingkat lokal. (Tim/IWO–I)











