ElangMasNews.Com, Baturaja, 26 Maret 2026 – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako tambahan tahap pertama periode Januari–Maret 2026 mulai dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Kegiatan penyaluran tersebut dipantau langsung oleh Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, yang hadir di Kantor Pos Baturaja pada Kamis (26/3). Kehadiran Bupati bertujuan memastikan proses distribusi bantuan berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Bupati Teddy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya jajaran Kantor Pos dan Dinas Sosial, yang telah bekerja maksimal dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Menurutnya, bantuan sosial yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia ini bertujuan untuk membantu masyarakat pra sejahtera dalam memenuhi kebutuhan dasar serta meningkatkan taraf hidup mereka.
Berdasarkan data yang diterima, penyaluran bansos dilakukan secara serentak di beberapa kecamatan yang dibagi dalam empat titik lokasi. Untuk wilayah Kecamatan Kota Baturaja tercatat sebanyak 430 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sementara itu, di Kantor Pos Unit Pengandonan terdapat 61 KPM, Kantor Pos Unit Peninjauan sebanyak 85 KPM, dan Kantor Pos Unit Batumarta sebanyak 36 KPM. Secara keseluruhan, total penerima bantuan mencapai 612 KPM yang tersebar di wilayah Kabupaten OKU.
Bupati berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan prioritas keluarga seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang penting dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima,” ujar Bupati Teddy.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada para petugas penyalur agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan aturan yang berlaku, serta menjaga transparansi dalam proses distribusi.
Pemerintah Kabupaten OKU, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran program ini melalui validasi data penerima agar tepat sasaran, pengawasan dan monitoring penyaluran, serta koordinasi dengan para pendamping PKH.
Tidak hanya itu, edukasi kepada seluruh stakeholder juga terus dilakukan agar pelaksanaan program berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
“Semoga program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat OKU dan menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membantu serta melindungi masyarakat,” tutupnya.
Pewarta: ( M.Tohir)
(EMN.TIM).












