Penasehat Spiritual DPP LSM ELANG MAS Jacob Ereste : Ambisi dan Birahi Amerika Serikat Menguasai Dunia Telah Memantik Perlawanan Berbagai Bangsa Mencegah Perang Dunia Ke-3
Banten, elangmasnews.com – Ambisi Amerika Serikat untuk menguasai dunia dengan meningkatkan pengaruh global dapat dirunut mulai dari “Doktrin Minroe tahun 1823 yang menolak campur tangan Eropa. Namun sebelumnya pun telah dimulainl dengan ekspansi teritorial dengan memperluas wilayah melalui pembelian, aneksasi dan perang seperti berperan dalam “Perang Dunia II” dan merajut perang dingin dengan tampil sebagai kekuatan global dengan menyebarkan ideologi demokrasi dan kapitalisme seperti yang kini menjadi semacam wabah yang merasuki seluruh warga bangsa Indonesia sekarang.
Derap langkah globalisasi yang diiringi intervensi dalam berbagai bentuk — yang bertolak belakang dengan Doktrin Monroe menandai sifat dan sikap hipokrit yang nyata dengan melibatkan diri secars militer dan ekonomi di berbagai negara yang berujung pada imperialisme dan konflik seperti yang terjadi dalam perseteruan antara Palentina menghadapi zionis Israel yang terus meluas keberbagai negara lain seperti yang terjadi pada awal tahun 2026.
Dengan ikut serta melakukan serangan terhadap Republik Revolusi Islam Iran yang semakin memanas justru pada bulanĀ ramadhan yang bernilai sakral serta penuh nuansa spiritual bagi umat Islam di seluruh dunis.
Karena itu pantas, ketersinggungan dan kemarahan Umat Islam di dunia menjadi tersulut dan membangkitkan kepedulian serta solidaritas bahkan empati dari umat beragama non Muslim yang prihatin hingga tidak sedikit yang memberi dukungan sampai bantuan yang lebih nyata.
Tidak hanya sebatas bahan pangan, tapi juga peralatan untuk mempertahankan diri dari serangan militer, semacam yang dibuktikan secara terbuka oleh Korea Utara, China dan Rusia.
Ekspansi teritorial yang dilakuksn Amerika Serikat dapat ditilik dari Louisiana pada tahun 1803 dari Perancis. Texas pada tahun 1845. Perang Meksiko 1846-1848 hingga mencaplok Meksiko, Cakifornia dan Arizona.Demikian juga pembelian Alaska pada tahun 1867 dari Rusia.
Kemudian Hawaii yang juga kemudian menjadi negara bagian dari Amerika Serikat samoai sekarang. Bahkan dari menerangi Spanyol pada tahun 1898, Amerika Serikat mendat sebagian wilayah Spanyol, termasuk Puerto Rico, Guam hingga Filipina.
Bentuk dan model intervensi Amerika Serikat untuk menguasai suatu negara terus dikembangkan seperti yang dilakukan terhadap Veneuzuela pada Januari 2026 dengan menyerang dan menangkap sang Presiden, Nicolas Maduro atas tuduhan terorisme dan masalah narkoba.
Lalu apa hak yang sesungguhnya dimiliki oleh Amerika Serikat untuk mengurus masalah di dalam negeri suatu bangsa yang memulainya hak kemerdekaan untuk mengatur bangsanya sendiri.
Lalu, apakah arogansi kekuasaan atas kekuatannya yang ada tidak menjadi hantu yang dapat menjarah ke Indonesia ?
Agaknya inilah yang menjadi dasar kekhawatiran yang patut diwaspadai, mengingat Indonesia sendiri meyakini bahwa penjajahan di dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan keadilan dan perikemanusiaan, seperti yang termaktub dalam UUD 1945.
Kendati bentuk penjajahan yang tersamar dari dalam negeri, bangsa yang meyakini bahwa Pancasila sebagai pedoman hidup, realitasnya jelas merasa adanya penjajahan yang melaten.
Serangan Amerika Serikat terhadap Iran yang sudah dilakukan pada tahun 2020 jelas menunjukkan adanya ambisi yang terpendam di negeri Mullah tersebut.
Juga tampak jelas dari serangan Amerika Serikat terhadap Afghanistan pada tahun 2001 dengan skenario untuk memerangi terotis. Demikian juga terhadap Irak pada tahun 2003 dan Libya pada tahun 2011.
Begitukah birahi intervensi Amerika Serikat yang dipicu oleh kepentingan strategis dengan dalih dan alasan keamanan global serta hak asasi manusia yang penuh gincu.
Kendati semua itu jelas dan terang menggagahi kedaulatan suatu bangsa dan negara lain yang tidak memiliki hubungan dari para leluhur bangsa Amerika Serikat sendiri sebagai imigran yang menduduki wilayah kekuasaannya sekarang.
Kebangkitan kesadaran dan kepedulian bangsa-bangsa di dunia untuk menghentkan ambisi dan arogansi Amerika Serikat menguasai dunia agar tidak sampai terjadi perang dunia ke-3 yang telah tersulut kobaran apinya dari kawasan Timur Tengah.
Boleh jadi bila tidak segera dihentikan tak hanya berkobar juga di dataran Eropa, tapi juga ke Asia dan Indonesia.
Itulah sebabnya Indonesia tidak boleh tinggal diam untuk mengimplementasikan ekspresi bangsa yang tertuang dalam tekad dan semangat yang tertuang dalam mukadimah UUD 1945 agar lebih nyata.
(Red)







