Tiga Dapur SPPG di Karawang Ditutup Satgas MBG, Diduga Langgar Standar Penyajian Makanan

Tiga Dapur SPPG di Karawang Ditutup Satgas MBG, Diduga Langgar Standar Penyajian Makanan
Spread the love

KARAWANG | Tiga dapur Satuan Pelayanan Pemulihan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karawang ditutup operasionalnya oleh Satgas program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penutupan dilakukan karena diduga dalam penyajian makanan tidak sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditetapkan.

Adapun tiga dapur SPPG yang ditutup tersebut yakni SPPG Karawang Kulon 3, SPPG Pancawati Kelari, dan SPPG Pancawati Kelari 3.

Dewan Pembina Forum Keluarga Besar Kutawaluya, Sopyan Yunior, menilai langkah Satgas MBG tersebut sudah tepat sebagai bentuk penegakan aturan dalam program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

“Menurut saya ini langkah tepat Satgas MBG menutup dapur yang sudah menyalahi aturan. Apalagi penyajian makanan yang diterima oleh penerima manfaat diduga tidak higienis dan tidak memenuhi standar gizi nasional,” ujar Sopyan Yunior saat ditemui awak media.

Namun demikian, Sopyan meminta Satgas MBG agar lebih responsif dalam melakukan pengawasan dan penindakan. Ia menilai langkah pengawasan seharusnya tidak hanya dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat.

“Satgas MBG seharusnya lebih tanggap. Jangan hanya bergerak ketika ada laporan dari berbagai sumber yang melaporkan kenakalan SPPG ke pihak Badan Gizi Nasional (BGN),” tambahnya.

Ia juga menyoroti salah satu dapur SPPG di wilayah Cikeris, Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Karawang, yang menurutnya kerap menjadi perbincangan di media sosial karena dugaan penyajian makanan yang tidak higienis serta tidak memenuhi standar gizi.

“SPPG di Cikeris tersebut sering viral di berbagai media sosial. Dengan adanya hal tersebut, saya berharap Satgas MBG segera turun tangan untuk mengecek kebenarannya. Jika memang terbukti melanggar, sebaiknya ditutup saja seperti tiga SPPG yang sudah ditutup sebelumnya,” pungkasnya.( RED )


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *