Ribuan Anggota APDESI Merah Putih Jabar Demo PT Pertiwi Lestari, Polres Karawang Siaga

Ribuan Anggota APDESI Merah Putih Jabar Demo PT Pertiwi Lestari, Polres Karawang Siaga
Spread the love

ELANGMASNEWS.com, KARAWANG – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APDESI Merah Putih Jawa Barat di Kabupaten Karawang berlangsung tertib dan berakhir damai. Pengamanan yang dilakukan oleh Polres Karawang pada Senin, 6 April 2026, menjadi sorotan karena mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.

Kegiatan demonstrasi tersebut berlangsung di area PT Pertiwi Lestari, tepatnya di Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat. Sejak pagi hari, aparat kepolisian telah bersiaga untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif tanpa mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Sebanyak 144 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan ini. Seluruh personel telah mengikuti apel kesiapan sejak pukul 07.30 WIB sebagai langkah awal dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

Kapolres Karawang Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Cep Wildan menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tanpa rasa takut.

Menurutnya, seluruh anggota yang bertugas telah diberikan arahan khusus agar tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Selain itu, mereka juga diminta untuk tetap menjaga sikap sopan, tegas, serta profesional selama bertugas.

Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi Polres Karawang dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sekaligus memastikan bahwa hak demokrasi masyarakat tetap terjaga.

Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut diikuti oleh kurang lebih 1.000 peserta. Para demonstran menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi menggunakan mobil komando serta membentangkan berbagai spanduk di depan gerbang perusahaan.

Dalam aksi tersebut, terdapat sejumlah tuntutan yang disuarakan oleh massa. Salah satunya adalah permintaan agar dilakukan pengusutan terhadap dugaan tindak kekerasan yang menimpa perangkat Desa Wanasari.

Baca Juga  Usai Terbitnya SPRINDIK dari Kejati Sumsel, LSM CCN Datangi Kejari OKU Pertanyakan Penanganan Kasus Limbah B3

Selain itu, massa juga menyoroti aktivitas galian kabel optik yang dilakukan di tanah kas desa tanpa adanya izin resmi. Hal ini dinilai merugikan masyarakat serta melanggar aturan yang berlaku.

Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Polres Karawang tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga mengambil langkah aktif dengan memfasilitasi mediasi antara perwakilan APDESI Merah Putih Jawa Barat dan manajemen PT Pertiwi Lestari.

Mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Waka Polres Karawang Andriyanto. Pertemuan berlangsung dalam suasana yang kondusif dan penuh dialog terbuka.

Hasil dari mediasi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Salah satunya adalah komitmen untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan terhadap perangkat desa.

Selain itu, pihak perusahaan juga menyatakan kesediaannya untuk segera mengurus perizinan terkait pemasangan kabel optik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Langkah mediasi ini menjadi bukti bahwa pendekatan dialogis mampu menjadi solusi efektif dalam meredam konflik serta menjembatani kepentingan berbagai pihak.

Di sisi lain, Ketua DPC LSM ELANG MAS Karawang Fahmi Abdul Qodir turut memberikan tanggapan atas aksi tersebut. Ia mengapresiasi langkah humanis yang dilakukan oleh Polres Karawang dalam mengawal jalannya demonstrasi.

“Pendekatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian patut diapresiasi karena mampu menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengurangi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Ini menjadi contoh bahwa penanganan aksi massa bisa dilakukan secara humanis dan profesional,” ujar Fahmi Abdul Qodir.

Ia juga menegaskan bahwa setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku serta mengedepankan musyawarah.

“Kami mendorong agar dugaan kekerasan terhadap perangkat desa segera diusut tuntas secara transparan. Selain itu, persoalan perizinan juga harus dipatuhi oleh pihak perusahaan agar tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Cep Wildan menambahkan bahwa Polres Karawang selalu mengedepankan langkah preventif dalam menangani aksi massa. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya eskalasi konflik yang dapat merugikan semua pihak.

Baca Juga  Milad Sendy Pratama Putra Bertemu Hari Anti Korupsi Sedunia: 'Satukan Aksi, Basmi Korupsi' Jadi Seruan

Menurutnya, keberhasilan pengamanan ini tidak lepas dari kerja sama antara aparat kepolisian, peserta aksi, serta pihak perusahaan yang sama-sama menjaga situasi tetap kondusif.

Menjelang siang, tepatnya sekitar pukul 12.50 WIB, massa aksi mulai membubarkan diri secara tertib. Tidak ada insiden berarti selama berlangsungnya kegiatan tersebut.

Secara keseluruhan, situasi keamanan di lokasi aksi terpantau aman dan terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis yang diterapkan oleh aparat kepolisian mampu menciptakan suasana yang kondusif.

Kapolres Karawang melalui Kasi Humas juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara damai.

Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dilindungi. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aturan serta menjaga ketertiban umum.

Polres Karawang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pendekatan yang mengedepankan dialog dan humanisme akan terus menjadi prioritas dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat.

Keberhasilan pengamanan aksi ini juga menjadi contoh bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah. Ketika komunikasi berjalan baik, potensi konflik dapat diminimalisir.

Di sisi lain, kasus yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara transparan dan sesuai hukum yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Dengan berakhirnya aksi secara damai, masyarakat Karawang diharapkan tetap menjaga situasi kondusif serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Kejadian ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan persuasif dan humanis bukan hanya menjadi slogan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan keamanan publik.

Baca Juga  Kapolsek Pagar Alam Utara Dan Wali kota Pagar Alam Hadiri Jalan Santai Dalam Rangka HUT PGRI Ke-80 Dan Hari Guru Nasional Tahun 2025

(RED)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *