Fakta Terbaru! Diduga Tawarkan Bagi Hasil ke Polsek, Oknum Wartawan Inisial S Ngaku Terima Rp100 Juta

Fakta Terbaru! Diduga Tawarkan Bagi Hasil ke Polsek, Oknum Wartawan Inisial S Ngaku Terima Rp100 Juta
Spread the love

ElangmasNews.com, Gorontalo– Dugaan praktik suap dan bagi hasil mencuat dalam upaya pengiriman alat berat menuju lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sapa, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Seorang oknum wartawan inisial S diduga mengaku telah menerima dana sebesar Rp100 juta terkait operasional dua unit alat berat jenis excavator.

Kapolsek Wonosari IPTU Zulkifli Saeng saat dikonfirmasi via telefon. Senin, ( 23/02 ) mengungkapkan, sebelum alat berat tersebut bergerak menuju lokasi PETI Sapa, pihaknya telah melakukan penahanan sementara berdasarkan laporan masyarakat.

Informasi yang diterima kembali dari masyarakat menyebutkan bahwa dua unit alat berat itu akan digunakan untuk aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Sapa.

“Alat itu sebelumnya sudah kami tahan karena ada laporan masyarakat. Kami hadir untuk menjawab dan menangani keluhan warga,” ujar Kapolsek.

Menurutnya, dalam proses tersebut, oknum wartawan yang berkomunikasi langsung dengannya meminta agar alat diberikan akses untuk melintas.

Oknum tersebut bahkan disebut mengaku telah menerima uang Rp100 juta untuk dua unit alat berat, dengan catatan salah satu alat harus tetap bisa naik ke lokasi.
Tak hanya itu, Kapolsek juga mengaku sempat ditawari skema bagi hasil.

” Yang komunikasi dengan saya itu dari pihak oknum wartawan, dia minta untuk di berikan akses, katanya dia sudah Terimah doi 100 juta dua alat kalau yang satu alat tidak naik, cuman satu alat itu, dan dia ngotot oknum wartawan ini naikan alat ini, sebelumnya alat ini sudah kami tahan, karena informasi masyarakat di gunakan di Hutan sapa kecamatan Mananggu, makanya kami Tertibkan disaat menuju arah PETI sapa,”kata Kapolsek Wonosari.

Tawaran tersebut, kata dia, termasuk atensi yang disebut-sebut akan “dibayarkan” ke pihak Polsek. Namun tawaran itu langsung ditolak.

Baca Juga  Ganjal ATM dan Bobol Rekening Rp102 Juta, Dua Pria Asal Jawa Barat Dibekuk Polisi di Denpasar

” Saya sampai di tawarkan oleh oknum wartawan ini dan pemilik alat bagi hasil, nanti mo dibagi hasilnya dengan pihak Polsek, dorang tawarkan atensinya mo dibayar ke Polsek, saya bilang tidak,saya tidak bicara masalah uang di sini, sya bilang begtu ini ada laporan dari masyarakat jadi saya hadir untuk menjawab, dan menangani keluhan masyarakat,”ucap Kapolsek Wonosari.

Kapolsek Wonosari menjelaskan bahwa di lokasi tersebut sebenarnya sudah ada anggota yang berjaga untuk mengantisipasi pergerakan alat berat menuju area PETI di Hutan Sapa, Kecamatan Mananggu.

Namun, oknum wartawan bersama pihak yang diduga pemilik alat dan operator tetap memaksa agar excavator dinaikkan ke atas meski telah diimbau untuk tidak melanjutkan perjalanan.“Di sana itu ada anggota yang jaga, sudah kami himbau jangan naik, tapi mereka tetap ngotot alat ini harus naik ke atas,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, media belum ada klarifikasi resmi dari oknum wartawan maupun pihak yang diduga sebagai pemilik alat berat terkait pengakuan tersebut.

Aparat penegak hukum diharapkan dapat menelusuri kebenaran informasi ini guna memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan wewenang dalam penanganan aktivitas PETI di wilayah Mananggu.

Salah satu aktifis, pemuda dan juga tokoh masyarakat di Kecamatan Mananggu Arlan R Arif akan melakukan aksi unjuk rasa terkait di balik PETI yang ada di Kecamatan Mananggu yang akses nya diketahui dari Kecamatan Wonosari.

” Saya telah mengantongi semua data datanya, dan hal ini akan saya laporkan,dan saya pun akan melakukan aksi di Polda Gorontalo bersama para pemuda yang ada di Kecamatan Mananggu,saya tidak ingin sumber daya alam kami dimanfaatkan oleh oknum wartawan yang di duga dijadikan keuntungan tersendiri yang bahkan ia pun tidak di lahirkan di tanah yang kaya dengan sumber daya tersebut,”tegas Arlan.

Baca Juga  Sorotan Tajam ke Polda Sulsel, Kematian Bripda Dirja Picu Tekanan Publik dan Krisis Kepercayaan

Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *