Dana Rp1 Miliar Lebih Disorot! Pengakuan R Guncang Klarifikasi Oknum Intelkam Polres Pohuwato

Dana Rp1 Miliar Lebih Disorot! Pengakuan R Guncang Klarifikasi Oknum Intelkam Polres Pohuwato
Spread the love

Elangmasnews.com,Pohuwato – Sebuah pernyataan yang diduga berasal dari oknum anggota Intelkam Polres Pohuwato kembali menjadi sorotan publik. Dalam pernyataan tersebut, terdengar kalimat yang menyebutkan kesiapan dana dalam jumlah tertentu pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.

“Hari Kamis tanggal 2 jam 2 lewat dua puluh satu menit ready di Gorontalo, ini dananya ready semua,” demikian bunyi pernyataan video yang beredar dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Ucapan tersebut kini menjadi perhatian karena menimbulkan pertanyaan terkait konteks serta tujuan dari penyebutan “dana” yang disebut telah siap.

Tak lama video tersebut viral, oknum anggota Polres Pohuwato berinisial DA, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Senin, (6/4/2026).

Berdasarkan keterangan dari DA, uang yang ditampilkan dalam unggahan tersebut bukan merupakan milik pribadi.

“uang tersebut bukan uang milik saya, tetapi uang milik teman saya yang telah menjual rukonya.”jelas DA dalam video klarifikasi

Dugaan skandal dana miliaran rupiah kembali dihebohkan dengan klaim sumber dana dari penjualan ruko dipatahkan oleh sejumlah temuan baru. Sosok berinisial R angkat bicara dan mengungkap adanya indikasi aliran dana yang justru mengarah ke aktivitas emas ilegal.

Dalam keterangannya, R menyebut bahwa penjelasan terkait penjualan ruko sebagai sumber dana dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.

Ia mengaku telah mengantongi sejumlah informasi yang mengindikasikan adanya pergerakan dana dalam jumlah besar yang tidak sejalan dengan nilai transaksi properti yang dimaksud.

” Itu bukan hasil jual ruko, Jadi ana mo cerita kronologi awal ini, jadi bos ini menghubungi sala satu kepercayaan nya di Marisa, setelah itu yg bersangkutan menjemput dari bandara, kemudian setibanya di Marisa langsung menginap di hotel MBR”ucap sumber inisial R.

Baca Juga  Ketua Pengadilan Banda Aceh Resmi Melantik Muhammad Alqudri Sebagai KPN Suka Makmue

Pengakuan ini menjadi titik krusial yang mengguncang narasi sebelumnya. R mengaku mengetahui alur sejak awal—mulai dari penjemputan di bandara, pengurusan tiket, hingga penginapan di Marisa. Namun, orang kepercayaannya tiba-tiba tidak lagi dilibatkan saat pergerakan dana dalam jumlah besar terjadi.

Tak lama kemudian, muncul informasi adanya penarikan dana lebih dari Rp1 miliar. Momentum ini memperkuat dugaan adanya transaksi tertutup yang tidak transparan.

” Yang jadi masalah di sini sampe di Marisa dorang so tidak pake orang kepercayaannya pak Haji tiba tiba depe besok te hj so tidak libatkan dia ini ba tarik doi satu milyar lebih, makanya tabur tuai itu jelas , dana itu dorang sempat ba bayar barang Li ka DT ( Red Emas Dari tambang ilegal,”ungkap salah satu sumber inisial R.

Perbedaan tajam antara klarifikasi resmi dan pengakuan lapangan memicu kecurigaan publik bahwa ada fakta yang sengaja ditutupi. Jika benar, maka kasus ini berpotensi mengarah pada dugaan praktik ilegal (Pencucian Uang )yang melibatkan aliran dana besar.

Tekanan publik pun semakin menguat. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada klarifikasi normatif, melainkan melakukan penyelidikan terbuka dan menyeluruh.


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *