ElangmasNews.com, Sragen, 15 Juni 2026 – Advokat Jondri Linome, S.H., Tim Kuasa Hukum Teguh Riyanto, mempertanyakan secara serius dugaan tindakan yang menurut keterangan kliennya telah dilakukan oleh oknum aparat terhadap masyarakat sipil yang selama ini mencari nafkah sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas atau yang dikenal masyarakat sebagai “Pak Ogah”.
Menurut Jondri Linome, apabila benar dugaan tersebut terjadi, maka hal itu merupakan persoalan yang sangat serius karena menyangkut hak hidup, hak mencari nafkah, serta hak setiap warga negara untuk diperlakukan secara manusiawi.
“Pertanyaan kami sederhana. Apakah gaji oknum TNI masih kurang sehingga diduga harus ikut campur dan merampas ladang rezeki rakyat miskin yang setiap hari berdiri di bawah terik matahari dan hujan demi membawa pulang uang untuk anak dan istrinya?” tegas Jondri Linome.
RAKYAT KECIL BUKAN MUSUH NEGARA
Menurut Jondri, rakyat kecil yang mencari nafkah di pinggir jalan tidak boleh diperlakukan sebagai musuh.
“Mereka bukan bandar narkoba. Mereka bukan teroris. Mereka bukan penjahat kelas kakap. Mereka hanyalah rakyat kecil yang berusaha bertahan hidup. Karena itu kami sangat prihatin apabila benar terdapat dugaan tindakan intimidasi atau kekerasan terhadap masyarakat yang ekonominya lemah.”
Ia menegaskan bahwa negara seharusnya hadir untuk melindungi masyarakat kecil, bukan membuat mereka hidup dalam ketakutan.
DUGAAN PEMAKSAAN VIDEO KLARIFIKASI HARUS DIUSUT
Jondri Linome juga menyoroti dugaan adanya video klarifikasi dan permintaan maaf yang menurut keterangan klien dibuat dalam kondisi berada di bawah tekanan.
“Jika ada warga sipil yang dipaksa membuat video klarifikasi dalam kondisi diborgol atau berada di bawah tekanan fisik maupun psikologis, maka hal tersebut wajib diusut secara menyeluruh. Negara hukum tidak boleh membenarkan pengakuan atau pernyataan yang lahir karena tekanan.”
Menurutnya, publik berhak mengetahui fakta yang sebenarnya agar tidak terjadi pembentukan opini yang menyesatkan masyarakat.
JANGAN GUNAKAN KEKUASAAN UNTUK MENEKAN RAKYAT KECIL
Jondri menegaskan bahwa jabatan, pangkat, maupun atribut institusi tidak boleh digunakan untuk menekan warga negara.
“Kami Tim Kuasa Hukum sudah mengantongi Bukti Otentik, tindakan itu tidak hanya melukai korban, tetapi juga melukai rasa keadilan masyarakat. Hukum harus melindungi yang lemah, bukan justru membiarkan mereka menjadi korban.”
_TIM KUASA HUKUM SIAP GUGAT SECARA PERDATA_
Dalam kesempatan tersebut, Jondri Linome memastikan bahwa Tim Kuasa Hukum Teguh Riyanto tidak akan tinggal diam dalam memperjuangkan hak-hak kliennya.
“Kami tegaskan bahwa Tim Kuasa Hukum akan menggunakan seluruh instrumen hukum yang tersedia untuk melindungi hak-hak klien kami. Selain mengawal proses pidana yang sedang berjalan, kami juga sedang mempersiapkan langkah hukum perdata terhadap pihak-pihak yang nantinya berdasarkan alat bukti dan fakta hukum terbukti telah menimbulkan kerugian materiil maupun immateriil kepada klien kami.”
Menurutnya, setiap warga negara yang dirugikan berhak memperoleh pemulihan, rehabilitasi nama baik, dan ganti kerugian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
DUKUNG LANGKAH KETUA TIM KUASA HUKUM
Jondri Linome juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ketua Tim Kuasa Hukum, Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM., yang secara konsisten memperjuangkan hak-hak Teguh Riyanto.
“Saya mendukung penuh langkah Ketua Tim Kuasa Hukum Ibu Rikha Permatasari. Kami akan berdiri bersama klien sampai keadilan benar-benar ditegakkan dan seluruh hak-haknya dipulihkan.”
Tim Kuasa Hukum Teguh Riyanto meminta seluruh institusi terkait untuk membuka fakta secara terang-benderang dan memastikan tidak ada perlakuan berbeda dalam penegakan hukum.
“Jangan karena yang berhadapan adalah rakyat miskin, lalu suaranya dianggap tidak penting. Justru ukuran keadilan sebuah negara terlihat dari bagaimana negara memperlakukan rakyat kecil yang tidak memiliki kekuasaan.”
Hormat Kami,
ADVOKAT JONDRI LINOME, S.H.
Tim Kuasa Hukum Teguh Riyanto
SALAM OFFICIUM NOBILE
“Ketika Rezeki Rakyat Kecil Diganggu, Hukum Harus Berdiri Membela Mereka.”
Red






